GANGGUAN KEJIWAAN
BAB I Cara Penanganan pada Post Traumatic Stress Disorder
Kamis, 26 November 2020
Bicara mengenai gangguan kejiwaan, kita sendiri harus mengeti terlebih dahulu apa itu jiwa?
(Menurut Ah. Yusuf dkk, 2019) Jiwa merupakan suatu unsur manusia yang bersifat non-materi, tetapi fungsi dan manifestasinya sangat terkait pada materi. Manifestasi jiwa sendiri tampak pada kesadaran, afek, emosional, psikomotor, proses berfikir, persepsi, dan sifat-sifat kepribadian. Jika kita memberikan pengertian mengenai jiwa itu agaknya sulit, karena jiwa sendiri bersifat abstrak dan tidak berwujud suatu benda. Setiap manusia pasti memiliki jiwa, akan tetapi jika di tanya "mana jiwamu?" tidak banyak yang dapat menunjukkan tempat jiwanya. Hal ini memang benar karena jiwa sendiri tidak memiliki wujud dan tidak dapat tersentu hanya saja jiwa dapat kita rasakan pada diri kita sendiri.
Nah setelah kita mengerti apa itu jiwa? maka kita dapat dengan mudah memahami bagaimana "Cara Penanganan pada Post Traumatic Stress Disorder?
Post Traumatic Stress Disorder atau dapat kita sebut dengan (PTSD) merupakn kecemasan psikologis yang pada umumnya terjadi ketika seseorang mengalami atau menyaksikan trauma yang mengancam fisik dan jiwa orang tersebut. PTSD sendiri adalah stres yang disebabkan oleh kejadian atau pengalaman traumatik yang pernah dialami oleh penderita (Kisaran 6 bulan setelah traumatik). Hal tersebut merupakan salah satu dari gangguan kecemasan atau dapat kita sebut dengan anxiety disorder. PTSD sendiri sering disebabkan oleh pysical abouse, korban kriminalis, korban pelecehan, korban peperanagan, korban bencana alam atau bahkan saksi dari suatu kejadian yang mengerikan, dimana hal tersebut dipengaruhi oleh support system yang ada dan mekanisme koping individu (Iyus Yosep, 2009).
Nah, tidak terbayang kan jika kita memiliki keluarga atau teman dekat yang megalami PTSD. Bagaimana persaan kita? pasti sedih. Maka dari itu kita harus tahu bagaimana cara menanganai PTSD sebelum keadaan penderita memburuk.
Hal pertama yang harus kita tahu adalah apa penyebab dari Traumatic yang dialami oleh penderita. Dari situ kita dapat melakukan tindakan selanjutnya seperti halnya kita mendekati penderita dalam artian kita bentuk hubungan saling percaya dengan penderita dimana hal tersebut sangat penting bagi kita dalam melakukan penanganan traumatic. Jika kita telah mendapatkan kepercayaan dari penderita akan mudah kita untuk melakuakn tindaka lanjut seperti halnya kita dapat dengan muda berinteraksi tanpa harus takut memicu traumatic pederita. Jika traumatic penderita mulai terpicu kita dapat memberikan pemahaman kepada penderita bahwa hal tersebut munkin sesuai dengan keadaan tetapi harus diekspresikan dengan cara yang lebih baik buka malah melukai diri sendiri. Setelah itu bantu penderita untuk menerima keadaan dengan cara melakukan kontak langsung dan memberikan contoh akibat dari keadaan penderita bagi orang disekitar terutama keluarga (IyusYosep, 2009).
Nah dari penanganan tersebut kita dapat mengaplikasikannya pada keluarga atau orang sekitar yang mengalami PTSD, akan tetapi jika dengan hal tersebut masalah belum dapat teratasi secara menyeluru dapat kita rujuk ke psikiater untuk ditindak lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Yosep Iyus, S.Kep., M.Si., M.Sc dkk. 2009 Buku Ajar Keperawatan Jiwa dan Edvance Mental Health Nursing: Bandung. PT. Refika Aditama. ISBN 978-602-7948-30-3.
Yusuf AH. 2019. Kesehatan jiwa Pendekatan Holistik Dalam Asuhan Keperawatn: Surabaya.Mitra Wacana Media. ISBN 978-602-318-378-4.
Tunggu bab-bab selanjutnya ya......
Semoga bermanfaat aamiin.
Sahabat_Sehat

Wahh mantapp๐๐๐
BalasHapusMasya Allah ... Tabarakallah
BalasHapusmasya allah..
BalasHapusBagus mbak
BalasHapusDahsyattt mba๐๐ป
BalasHapusMantep bangett
BalasHapusTerima kasih banyak, artikel ini sangat membantu
BalasHapusSubhanallah
BalasHapusMakasih buat ilmunya ka
Sangat menarikkk mbk Rohma๐๐
BalasHapusBarakallah ๐
BalasHapusGood mbak ๐
BalasHapusMasha allah baguss ๐คฉ๐คฉ๐คฉ
BalasHapusSubhanAllah inspirasii
BalasHapusSecara keseluruhan artikel ini sudah baik, namun masih ada beberapa kekeliruan dalam penulisan. Berarti apakah korban kecelakaan juga termasuk penyebab PTSD ?
BalasHapusTerimakasih