GANGGUAN KEJIWAAN

 

BAB II APA ITU SKIZOFRENIA??

Selasa, 8 Desember 2020


Dimana gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Menurut Nancy Andreasen (2008) dalam Broken Brain, The Biological Revolution in Psychiantry bahwa bukti bukti terkini tentang serangan skizofenia merupakan suatu hal yang melibatkan banyak sekalian faktor. Faktor-faktor itu meliputi perubahan struktur fisik, otak, perubahan struktur kimia otak, dan faktor genetic. Jika menurut Melinda Hermann (2008), mendefinisikan bahwa skizofenia merupakan sebagai penyakit neurologis yang mempengaruhi persepsi klien, cara berfikir, bahasa, emosi, dan prilaku sosialnya (Neurological disease that affects a person’s perception, thingking, language, emotion, and social behavior).

Skizofenia sendiri dapat kita deteksi dengan adanya tanda dan gejalah yang kita ketahui, dimana tanda dan gejala itu terbagi menjadi dua antara lain gejala positif yaitu keadaan halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. Klien-klien skizofenia biasanya mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, ada dapat disebut mengalami suatu sensasi yang tidak biasanya terjadi pada tubuhnya. Terkadang halusinasi yang dialami oleh klien dapat berupa hal-hal positif atau bahkan negative yang dapat membahayakan klien tersebut; Delusi atau dapat kita sebut dengan penyesatan fikiran, klien akan memiliki kepercayaan yang kuat dalam menginterpretasikan sesuatu yang terkadang nerlawanan dengan kenyataan yang ada; kegagalan berfikir dpat mengarah kepada masalah, klien tidak mampu mempproses dan mengatur fikirannya sendiri. Biasanya klien tidak dapat memahami dan membedakan antara dunia kenyataan dan logika. Terkadang juga klien skizofenia tidak dapat mengenali dirinyam tempat tanggal lahirnya serta ia berada dimana.Sedangkan  gejala negatif biasanya klien skizofenia akan kehilangan motivasi dan apatis berarti ia kehilangan energy dari minat hidup yang dapat membuat klien menjadi malas. Dimana perasaan yang timbul menjadi tumpul yang membuat emosi klien menjadi datar; Depresi yang dialami tidak mengenai perasaan ingin ditolong dan berharap, selalu menjadi bagian dari klien skizofenia. 

 

DAFTAR PUSTAKA

    Yosep Iyus, S.Kep., M.Si., M.Sc dkk. 2009 Buku Ajar Keperawatan Jiwa dan Edvance Mental Health Nursing: Bandung. PT. Refika Aditama. ISBN 978-602-7948-30-3.

 

 

 

Semoga bermanfaat aamiin.

Sahabat_Sehat

 

 

Komentar

  1. Masya allah .. Semoga ilmunya bermanfaat

    BalasHapus
  2. Informasi yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Tetap semangat membuat blog bermanfaat untuk selanjutnya🤗

    BalasHapus
  4. Manfaat sekalii mbak rohmah👍👍

    BalasHapus
  5. Secara keseluruhan tulisan ini sudah baik, namun memang masih ada beberapa kekeliruan dalam penulisan.

    Semangat terus menulis blog nya. Terima kasih

    BalasHapus
  6. Masyaallah... Artikel ini sangat membantu namun perlu adanya perbaikan dalam penulisan artikel tsb.

    Terdapat tulisan "Terkadang halusinasi yang dialami oleh klien dapat berupa hal-hal positif" maksud dari hal-hal positif tsb apa dan apakah ada cara lain agar klien tidak berdampak penyesatan fikiran dalam gejala negatif ?

    Terimakasih 🙏

    BalasHapus

Posting Komentar